Batang Dowel adalah merupakan sarana yang digunakan sebagai penyambung/pengikat pada beberapa jenis sambungan pelat beton perkerasan jalan (Rigid Pavement).
Fungsi dari Dowel ini tiada lain merupakan penyalur beban pada sambungan. Dan pemasangannya dilakukan dengan separuh-dari-panjang-dowel-terikat (baca:fix), sementara separuh lainnya dilumasi, diberi plastik/kondom atau dicat untuk memberikan kebebasan bergeser (baca:move).
Kebebasan bergeser dari separuh panjang Dowel ini perlu diberikan, mengingat beton memiliki kecenderungan untuk memuai dan menyusut karena pengaruh perubahan temperatur. Pergerakan susut-muai itulah yang kemudian diakomodir dengan batang dowel yang dibuat separuh fix dan separuh move. Jadi fungsi transfer beban tetap ada, sembari memberi kesempatan beton perkerasan untuk mengalami pergerakan akibat susut-muai tersebut.
Adapun ketika dilapangan, penting untuk diperhatikan, adalah memastikan bahwa mekanisme fix dan move tersebut tercapai.
Ada perbendaharaan kerusakan yang diakibatkan oleh Batang dowel yang macet, Frozen Dowel Bars. Ini adalah akibat dari tegangan kekang yang muncul ketika dowel tidak lurus atau tidak licin, sehingga pelat beton menjadi tidak bebas untuk memuai dan menyusut. Adapun kerusakan ini biasanya terjadi pada sisi dari pelat beton. Sehingga gompal (baca : Spalling) pada sambungan beton pun tidak lagi dapat terhindari.
Dan kalaupun kerusakan tersebut sudah terlanjur terjadi, cara perbaikannya adalah dengan melakukan penambalan, namun sebelum dilakukan penambalan tersebut, perlu terlebih dahulu dilakukan perbaikan pada dowel yang macet, agar supaya gompal tersebut tidak terjadi berulang.
Semoga ada manfaatnya.

saya masih ga ngerti kang, hehehe.
ada penampang melintang gak? ^^
iy madun,:-)
penampangny ad, tp kebetluan dlm bentuk hardcopy. dn sy blum ad lenggang waktu u cr scanner.
tp sy cb sbentar cr di internet,alhmdlh dapat.
http://www.cca.org.nz/images/ContractionJoint.jpg
iy,intiny bgini. pd rigid pavement/perkerasan beton.
ketika ad suatu construction joint, ataupun ekspansion joint, (ataupun skedar contraction joint), diperlukan suatu sarana untuk transfer beban dari dua buah pelat beton perkerasan yang terpisah (baca: ataupun sengaja dipisahkan oleh desain).
nah,fungsi transfer itu dilakukan oleh dowel.
dan posisi dari dowel tsb umumnya ada pd tengah tebal perkerasan.
separuh dr panjang dowel dibuat move, separuhny lagi di rigid/fix (baca:diikat)
Benar p’Saga…umumnya constraction joint itu ada pada jarak maksimal 400 m.
Pada jarak itu selain sealer, juga diisi Filler…yang tebal filler umumnya kurang lebih 2 cm.
Filler tersebut diharapkan mampu menerima kembang susut dari beton rigid itu sendiri.
Salam
betul pak HJK,
trims tambahanny pak.
slm smgt.
Ass…
tambahan aja, pada rigid pavement untuk joint yang melintang (longitudinal joint) batang dowel yang dipakai berupa deformed/ulir yang biasa disebut tie bar. Joint ini berfungsi untu menahan beban tekuk pada rigid pavement. satu lagi, bahwa contraction joint itu setahu saya hanya bekerja pada waktu pelaksanaan, sedang setelah beroperasi dia tidak akan berfungsi lagi. Klo yang di proyek Semarang, berapa jarak construction joint yang dipake??? Terus untuk konstruksi jembatannya kebanyakan memakai continuos slab girder atau pake simple beam, atau pake konstruksi apa?? Apa pertimbangannya menggunakan konstruksi tersebut???
Terimakasih..
Wass
Ass..
Mau menambahkan aja,
1) dalam rigid pavement itu juga terdapat sambungan memanjang jalan (longitudinal joint), yang berfungsi untuk menahan beban tekuk. Pada konstruksi ini, batang dowel yang digunakan berupa deformed/ulir yang lebih dikenal dengan nama tie bar, tidak seperti pada joint melintang yang menggunakan batang dowel yang polos.
2) Contraction Joint pada rigid pavement hanya bekerja pada waktu pelaksanaan, sedang setelah operasi menjadi tidak berfungsi lagi.
Mau tanya, untuk proyek yang di Semarang, berapa jarak construction joint yang dipakai? dan untuk struktur jembatannya menggunakan continuous slab girder, simple beam, atau jenis konstruksi yang seperti apa? Alasan pemakaian konstruksi itu apa? Permasalahan utama di proyek Semarang apa?
Terimakasih
Wass..
waalkmslm, K-Chan
mengenai contraction joint, ini diperlukan tidak hanya pd masa pelaksanaan K-chan,namun juga diperuntukkan untuk mengakomodasi perubahan suhu (susut) dari perkerasan K-chan.
pertama, karena perbedaan temperatur pasca dioperasikan, baik pd saat siang hari(terik), atau pd saat malam hari (dingin). hal ini menyebabkan letak serat tarik dan tekan pd perkerasan kaku berubah, dari yg tadinya mungkin diatas, menjadi di bawah. (Baca: atas permukaan mengalami tarik, sementara bawahny tekan, dan berlaku sebalikny seiring perubahan suhu)
kedua, diperuntukkan untuk beban kejut dari pengereman kendaraan. yang bisa jadi mengakibatkan muai-susut.
di proyek smg, kita membuat coakan, contraction, per 5 meter. dengan kondisi bahwa sesegera mungkin coakan tersebut di sealent supaya tidak kemasukan debu dan air.
mengenai struktur jembatan, menggunakan 2 tipe struktur.
u jembatan biasa –> digunakan simple beam
u jembatan khusus –> digunakan kombinasi antara continuous dan simple.
parameter khusus ini, biasanya karena pier tinggi, sehingga untuk mengejar kekakuan pier, maka dibuat sistem girder yang menerus (continuous), khusus u posisi pier yang tinggi.
smoga bermanfaat.
Ass…
mo tanya lagi..bgmn dgn tipikal tnh di Semarang? krn yang sy tahu, di sana tanahnya tdk begitu bagus. apakah ada mslh yg ditimbulkan oleh tipe tnh yg ada??
Thx. Wass….
waalkmslm K-Chan
mengenai tanah, dsini dijumpai jenis tanah ‘clay shale’. yang mana apabila teroksidasi, nilai kohesi dan sudut geser tanahny langsung jatuh. alias tanahny ‘ambyar’.
permasalahan tsb dsikapi dengan pembuatan dinding penahan tanah berupa bor pile yang disatukan dengan caping beam. tujuanny untuk menanggul tanah yang pada lapisan tertentuny terkategori sebagai clay shale.
mas saga Hayyu…
saya mau bertanya..tapi tolong dijawab dengan mengunakan bahasa yang stndar aja yah mas..
1.apa nama tulangan yang ada dibawah dowel?bisa ng dalam pelaksanaan itu tidak digunakan..
2.saya masi bingung,,pada sambungan memanjang ada yang bagian bergerak dan tetap..bgaimna cara kita menmpatkan sisi mana yang bergerak dan tetap?trus bgaimna kalo sambungan melintang
3.saya sempat coba2 ngitung tebal perkerasan kaku “perencanaan perkerasan beton semen”yang diterbitkan deppraswil..sya dapat ketebalan 17 cm..nah kalo gitu elevasi dowel yang ideal terhadap permukaan lantai kerja berapa mas?
4.kalo menurut pengalaman mas sendiri mana yang lebih mahal investasi awal untuk perkerasan kaku dengan lentur dengan kondisi smuanya sama?
tolong dibalas yah mas..sangat penting masalahnya..kalo perlu balas ke email aja mas..trimakasih..atas ilmunya..
iy dik fitrah.
Saya coba menjawab pertanyaannya satu demi satu y.
1. tulangan dibawah dowel yg mana dik fitrah? Kalau yg dimaksud dik fitrah seperti yg tampak pd gambar, itu hanya difungsikan untuk dudukan Dowel (kursi dowel). Harapannya, dengan dudukan itu, dowel berada pada ketinggian yang sesuai dengan desain.
2. cara kita menentukan bagian mana yg fix dan bagian mana yg move, kesemuanya ada pada gambar pelaksanaan.
Sedikit penjelasan bahwa gambar pelaksanaan mengacu pd gambar desain/perencanaan. Sementara itu, konsep fix and move pd desain perencanaan sama seperti konsep sendi-rol pada perletakan jembatan. Fungsinya untuk mengakomodir susut-muai, dan pergerakan akibat kejut lalu lintas, sehingga pergerakan searah memanjang tidak menyebabkan retaknya beton/rigid.
Sambungan melintang, sepengetahuan saya (secara umum) tidak memerlukan konsep fix and move, dikarenakan arah lalu lintas/pergerakan kendaraan (ekstrem) hanya pada arah memanjang, sehingga pola susut-muai dan pergerakan akibat perubahan suhu dan kejut lalu lintas tidak diperhatikan
3. Elevasi dowel setahu saya berada pada center line penampang perkerasan. Umumnya berada ditengah ketebalan. Jadi bila didapatkan ketebalan 17 cm, maka dowel ditempatkan ditengah2nya (8,5cm)
4. Perkerasan kaku dan lentur menurut saya sama saja. Mengingat harga aspal pun saat ini bersaing dengan rigid. Terlebih aspal (untuk biaya pemeliharaannya) cenderung lebih mahal, karena lapisan aus dari perkerasan lentur memerlukan pelapisan ulang (overlay) secara periodik
oia lupa ini email sayamas
fitrah_alqadri@yahoo.com
makasi banyak mas…
saya masi mau bertanya…
iya mas maksud saya itu..ooo..itu dudukan..jadi kalo tidak pake pun bisa mas..kalo misalnya saya merencanakan tulangan di CL itu dudukannya cuman 1 bisakan mas?
1.ini pertanyaan sama dengan nmr 2 mas..tapi kalo misalnya kita di tempatkan sebagai perncana gmana mas?
2.kalo sambungan memanjang tetapi tidak memiliki bahu jalan gmana mas?apa tetap diberikan dowel yang panjang?karena saya pernah liat perkerasan beton yang tulangan dowelnya itu keluar tapi di bengkokkan…
saya lagi adakan penelitian mas..saya membandingkan perkerasan kaku dan lentur..tapi pengetahuan saya tentang perkerasan kaku sangat sedikit..jadi saya mau bertanya dengan mas..
mengenai dudukan dowel, yg perlu diusahakan adalah kestabilan dari posisi dowel tersebut. Jd selama dgn 1 tulangan sudah stabil dan kuat, saya rasa tidak masalah.
1. Sebagai perencana, kita perlu memperhatikan posisi2 dimana sambungan rigid itu berada, artinya pada sambungan tersebut dowel didesain.
Sebagai informasi, ada beberapa jenis sambungan ; ada yg namanya expansion joint, construction joint, contraction joint, dll. Masing-masing dari sambungan tersebut didesain dengan kebutuhannya masing-masing.
2. Konsep dowel itu seperti halnya ‘panjang penyaluran tulangan’. Selain dari tempat untuk mengakomodir susut-muai, dowel juga difungsikan sebagai alat transfer beban. Jadi ketika menerima beban, dua buah rigid yg terpisahkan oleh sambungan dapat bekerja secara bersama-sama dalam menerima beban.
Sehingga diusahakan panjang dowel yg berfungsi sebagai penyalur itu mencapai 40D (40 x diameter dowel)–> konsep panjang penyaluran
Smoga bs membantu. Tetap smngt dgn penelitianny y. smoga sukses!
oke mas..
aku masih mau bertanya mas..
banyak jenis sambungan pada perkerasan kaku..
kalo misalnya saya memiliki jalan yang panjang trus tidak memiliki persimpangan,,dan jalan itu saya menggunakan bahu..apa udah teapat mas kalo saya hanya memakai sambungan memanjang dan melintang(setiap jarak 5 m)?
nah kalau misalnya jalur jalannya itu cuman memiliki 2 lajur, sambungan di CL itu sambungan memanjang yah mas?
kalo memang begitu, berarti dowel yang bergerak dan tetap itu berda dimana mas?ato ditempatkan di mana saja baik itu di lajur kiri ato lajur kanan?
makasi sebelumnya mas…masi banyak yang belum saya mengerti mas..didalam petunjuk pelaksanaan jalan beton juga belum disinggung tentang posisi dowel yang bergerak dan tetap…jadi mohon bantuannya mas..
mengenai ketepatan dari sambungan, sebetulnya tergantung dari kebutuhan
untuk construction joint umumnya dibuat per 400m (biasanya didesain sebagai batas akhir pengecoran rigid) , semnetara itu untuk contraction joint (sambungan untuk muai-susut) dibuat per 5 meter arah memanjang/longitudinal (umumnya hanya berupa coakan, lantas disealent).
untuk sambungan posisi transversal (melintang), dipinggir lajur, umunya hanya di cutting saja kemudian di sealent. dalamnya coakan yg dibuat lebih kurang 2 cm.
sebetulnya, (sepengetahuan saya), untuk sambungan posisi transversal (melintang) yang berada dipinggir lajur, terkadang tidak terlalu “concern” terhadap pola fix-move, mengingat porsi pergerakan kejut kendaraan pada arah tersebut tidak sebesar di posisi memanjang.
intinya, dowel/tie bar, selain untuk mengakomodir susut-muai, juga diperuntukkan untuk mengantisipasi pergerakan kejut kendaraan (transfer beban antar 2 rigid yg terpisahkan sambungan).
konsepny seperti perletakan jembatan. ada yg sendi, ada yg rol. mengenai posisi, mana yg harus bergerak dan mana yg tidak, perlu disesuaikan dengan desain keseluruhan. syaratnya adalah kekonsistenan arah, jadi yg terpenting (sepengetahuan saya) tidak selang-seling, harus sama arahnya untuk setiap sambungan yg menggunakan dowel.
makasi banyak mas…
lain kali kalo aku masih kurag mngerti aku bertanya lagi yah mas…
sekali lagi terimaksih..oia punya refrensi ng mas tentang rigid selain yang dikelouarkan PU dan PRASWIL?
Nice info. Thx..(^_^)b
terima kasih kagem para sesepuh…
saya arsitek junior…
saya sedang mencari detail joint pada lapisan beton untuk jalan tol..
semoga ada file lebih detail yang lebih menjelaskan potongan dan detail posisi dowel terhadap lapisan lean concrete’nya..
sukses buat kita semua..